• Museum Tsunami Aceh
  • masjid Raya Baiturrahman
  • Pantai Lhoknga

Potensi Pangan Aceh Luar Biasa

Mentan Suswono, Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Bupati Aceh Tenggara Hasanuddin, dan Anggota DPR Nasir Djamil melakukan panen jagung hibrida.
Menteri Petanian RI Suswono mengharapkan Aceh dapat terus  mendukung ketahanan pangan nasional dengan meningkatan produksi tanaman pangan. Dan Aceh dapat melakukan itu karena memiliki potensi yang luar bisa untuk peningkatan produksi pangan.

“Pemerintah pusat telah memetakan potensi seluruh wilayah Indonesia. Dan pemerintah melihat, Aceh memiliki potensi yang luar biasa untuk peningkatan produksi pangan,” kata Mentan Suswono dalam acara Panen Raya Jagung Hibrida, tepung Tawar Turun Benih,  dan Penyerahan UPJA” di Desa Tanjung kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (21/12) lalu.

Ikut pane jagung bersama Mentan di antaraya Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Bupati Aceh Tenggara Hasanuddin, Anggota DPR Nasir Djamil, dan sejumlah unsur pimpinan daerah lainnya.

Mentan mengungkapkan, pihaknya sangat bangga dengan hasil yang dicapai masyarakat Aceh dalam mendukung produksi pangan nasional ini. Tahun ini produksi padi di Aceh mencapai dua juta ton lebih, dan jagung mencapai 200 ribu ton. Sementara untuk kedelai, Aceh merupakan salah satu daerah andalan produksi kedelai. “Apa yang dicapai Aceh sungguh sangat membantu keseluruhan bangsa mengurangi beban nasional,” ujar Mentan dalam siaran persnya, Ahad (21/12).

Mentan menjelaskan, tahun 2013 Indonesia terpaksa harus mengimpor jagung hingga 2,5 juta ton dan kedelai hingga 1,5 juta ton.  Dengan  potensi dan hamparan jagung yang sangat luas di Aceh Tenggara, Mentan yakin bisa menghentikan impor pangan dan jika perlu mengekspor pangan keluar negeri. “Saya dan Gubernur Aceh akan menyampaikan kepada Bapak Presiden pada Sidang Kabinet, kita bisa dan mampu memenuhi kebutuhan pangan kita secara mandiri.  Dan saya akan mendorong agar peningkatan produksi
pangan di Aceh menjadi agenda dan kebijakan prioritas nasional,” katanya.

Menurut Mentan, jika produksi jagung dapat terus ditingkatkan maka devisa negara yang bisa dihemat mencapai Rp 9 triliun. Jika Aceh bisa berkontribusi dengan meningkatkan produksi jagung hingga 500 ribu ton, maka akan ada sekitar Rp 1,5 triliun yang bisa menjadi pendapatan masyarakat Aceh. 

sumber
read more →

Masjid di Desa Lamcat Runtuh, 7 Orang Terluka

http://fokusaceh.blogspot.com/2014/01/masjid-di-desa-lamcat-rubuh-7-orang.htmlLantai dua Masjid Al-Taher di Desa Lomcat, Aceh Besar, runtuh. Akibatnya, 7 warga yang tengah bergotong-royong mengecor lantai dua itu terluka.

Menurut seorang warga, Samsul, yang berada di lokasi saat kejadian, musibah ini terjadi saat warga akan turun makan siang, setelah melakukan pengecoran lantai dua yang berukuran 8x2 meter.

"Sudah hampir selesai, warga sudah banyak yang turun makan. Tiba-tiba tiang pancangnya patah dan jatuh, hingga lantai yang baru dicor warga roboh secara perlahan-lahan," cerita Samsul di Banda Aceh, Minggu (12/1/2014).

Samsul menambahkan, kejadian ini merupakan musibah dan tidak disengaja. Kejadian disebabkan tidak kuatnya tiang pancang penompang lantai yang sedang dicor warga.

"Penopangnya sudah jatuh, sementara semennya belum kuat hingga dia goyang dan jatuh, tapi struktur lantainya sangat kokoh," ujar dia.

Ketujuh warga yang menjadi korban langsung dilarikan kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Masjid ini dibangun oleh swadaya masyarakat sejak 2010 yang lalu. (Eks/Yus)

sumber: http://news.liputan6.com/read/798289/masjid-di-aceh-runtuh-7-orang-terluka?wp.hdln
read more →

Kapal Pesiar Mewah Berbendera Bermuda Berlabuh di Sabang

Kapal pesiar MS Artania berbendera Bermuda bakal bersandar di pelabuhan baru Sabang, Rabu (22/1/2014) mendatang.

Kapal raksasa dengan GT 44656 dan panjang 230,6 meter akan membawa 1.200 pelancong dunia dan 500 kru dari berbagai negara. Hal ini diungkapkan Kepala Pelabuhan BPKS Sabang, Zulkarnaini Abdullah, saat dihubungi Kompas.com, kemarin.

“Kedatangan kapal pesiar kali ini direncanakan akan disandarkan untuk pertama kali di pelabuhan baru BPKS. Karena pelabuhan ini memiliki panjang dermaga 420 meter lebih, dengan kedalaman draft mencapai 35 meter, ini sangat aman untuk disinggahi kapal-kapal berbobot besar di atas 10.000 DWT," katanya.

Zulkarnaini menambahkan, sejauh ini BPKS telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan kapal tersebut. Antara lain dengan berkoordinasi dan kerja sama dengan Pemerintah Kota Sabang dan mitra kerja lainnya,

“MS Artania yang belayar selama 14 hari dari Mumbay menuju Kochi, Kolombo, dan diperkirakan akan bersandar di Sabang pada 22 Januari 2014 mendatang. Pukul 09.00 WIB, selanjutnya kapal itu meninggalkan pelabuhan Sabang pada pukul 17.00 WIB menuju pelabuhan selanjutnya, yaitu Phuket, Langkawi, dan Port Plang," ungkap dia.

Wisatawan dari Cruiser Artania akan disambut dengan sejumlah acara, termasuk pembukaan lapak-lapak cendera mata khas Aceh dan loket penukaran mata uang asing.

Positif
Menurut Kepala BPKS, Fauzi Husin, kedatangan kapal pesiar mewah ke Sabang bakal memiliki dampak positif, khususnya bagi sektor perekonomian warga Sabang. Pasalnya, dapat dipastikan para wisatawan nantinya akan menggunakan berbagai jasa pengusaha lokal, mulai dari sarana transportasi, wisata diving, snorkeling,hingga penjualan beragam produk-produk kerajinan khas Aceh.

Fauzi mengatakan, Sabang yang terkenal dengan potensi keindahan alam bawah lautnya tentu sangat menarik bagi wisatawan. “Jadi dampaknya langsung bisa dirasakan oleh masyarakat setempat," ujarnya.

sumber:http://regional.kompas.com/read/2014/01/12/0839557/Kapal.Pesiar.Mewah.Berbendera.Bermuda.Bersandar.di.Sabang

read more →

Kasihan, Museum Tsunami Aceh Terbengkalai

Tiga tahun setelah resmi dioperasikan, Museum Tsunami Aceh kini terbengkalai. Di museum itu sejumlah alat peraga rusak tidak dapat difungsikan dan beberapa koleksi tidak memiliki plang informasi.

Museum Tsunami Aceh diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 23 Februari 2009. Selama dua tahun dilakukan proses koleksi dan pada 8 Mei 2011 museum ini mulai dibuka untuk umum.

Pembangunan museum itu untuk mengenang tsunami Aceh pada 26 Desember 2004 yang memakan korban tewas sekitar 240.000 jiwa. Suasana dan koleksi di museum tersebut didesain sedemikian rupa agar pengunjung dapat meresapi dahsyatnya tsunami.

Museum itu memiliki 55 koleksi, terdiri dari 7 unit maket, 22 unit alat peraga, dan 26 unit foto ataupun lukisan yang menggambarkan keadaan tsunami di Aceh. Namun, ketika memasuki ruang koleksi, suasana mengenang tsunami terusik oleh kondisi koleksi yang tak sempurna. Sejumlah koleksi, seperti ruang simulasi gempa, alat peraga rumah tahan gempa dan rumah tak tahan gempa, serta alat peraga gelombang tsunami, tak berfungsi.

Tombol untuk menyalakan ruang peraga gempa juga tidak menyala. Kondisi serupa terjadi pada alat peraga rumah tahan gempa dan tak tahan gempa.

Perawatan minim

Petugas pemandu di Museum Tsunami Aceh, Meili Nuzuliana, Jumat (10/1/2014), mengatakan, sejumlah koleksi itu rusak setahun terakhir. ”Kerusakan terjadi karena minimnya perawatan dan ulah tangan-tangan jahil,” katanya.


SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR Pengunjung menikmati suasana di Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Rabu (20/2/2013). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern yang dibangun tahun 2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam.
Kepala Museum Tsunami Aceh Zuhardi Hatta menuturkan, di museum tersebut terdapat 22 petugas pemandu, 12 petugas kebersihan, 9 tenaga keamanan, dan 6 teknisi. Ia menilai kinerja petugas belum optimal

”Penyebabnya, mungkin karena honor yang rendah. Saya sendiri hanya mendapat Rp 450.000 per bulan,” ujar Zuhardi yang juga karyawan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Adapun semua petugas tersebut merupakan petugas kontrak di bawah naungan Museum Geologi Bandung, Jawa Barat, yang dimiliki Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Di sisi lain, kata Zuhardi, status museum itu sampai sekarang kurang jelas. Museum itu bukan lembaga independen, melainkan lembaga di bawah naungan nota kesepahaman antara Kementerian ESDM dan Pemerintah Aceh. ”Biaya operasional museum sepenuhnya dari Kementerian ESDM, tetapi saya tak tahu nominalnya,” kata Zuhardi. (DRI)

sumber: http://travel.kompas.com/read/2014/01/11/1822200/Museum.Tsunami.Aceh.Terbengkalai
read more →

Seorang Warga Aceh Tewas Diinjak Gajah

http://fokusaceh.blogspot.com/2014/01/seorang-warga-aceh-tewas-diinjak-gajah.html
Empat ekor Gajah Sumatera (elephant maximus sumatranus) melakukan patroli dipinggiran hutan Desa Cot Dulang Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (8/3).
Warga Kabupaten Aceh, Provinsi Aceh, Yusmani (59 tahun) tewas diinjak seekor gajah sumatera (elephas maximus sumatranus) di kawasan jalan lintas Desa Buloh, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat.

Tak hanya itu, anaknya, Referendi (13), saat ini tengah kritis dan mengalami patah tulang karena ikut dihempas gajah.

Kapolsek Meureubo Ipda Jhon Darwin mengatakan, gajah menyerang ayah dan anak tersebut ketika keduanya tertidur, Sabtu (4/1), sekitar pukul 05.00 WIB dalam sebuah gubuk dalam lokasi perkebunan.

"Tiba-tiba gajah menyerang gubuk mereka, Yusmani bersama anaknya tidur agak di samping pintu. Sehingga dapat dengan mudah gajah menginjaknya dia terlebih dahulu," katanya.

Kedua korban merupakan warga Desa Ujong Tanoh Darat, Meureubo. Mereka merupakan petani yang bekerja membersihkan kebun milik saudaranya Abdullah Sani, sejak Jumat (3/1).

"Kedua korban dibawa ke RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh. Korban meninggal diotopsi dan diserahkan ke kepada keluarga," jelasnya.

Puskesmas Pembantu Desa Bukit Jaya yang awal menangani korban menyebutkan kondisi korban Yusmani tidak dapat diselamatkan karena tewas di tempat kejadian. Sedangkan anaknya mendapat perawatan dan tertolong setelah dibawa ke RSUD Cut Nyak Dhien di Meulaboh.

"Korban meninggal badannya masih utuh, namun semuanya sudah patah-patah dan remuk. Sedangkan anaknya mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuh. Seperti paha dan masih dapat diselamatkan," kata petugas medis Puskesmas Pembantu Desa Bukit Jaya.

Sementara itu, Raja (34) warga Desa Pulo Teugoh, mengatakan, kawasan tersebut dulunya merupakan lintasan kawanan gajah yang telah berubah menjadi area pertambangan batu bara.

"Hutan di kawasan itu sudah gundul. Apalagi jalan lintas gajah itu sudah menjadi lintasan mobil dan truk mengangkut batu bara dan lokasinya hanya sekitar 2,5 kilometer dari pemukiman warga," papar Raja.

 sumber: http://www.acehinfo.com/2014/01/warga-aceh-tewas-diinjak-gajah.html
read more →

Kapal Pesiar Inggris Singgah 12 Jam di Pulau Sabang

 Pada awal 2014, kapal pesiar dari Inggris yang mengangkut 120 turis berbagai negara, singgah ke Pulau Sabang. Mereka menghabiskan waktu 12 jam untuk menikmati keindahan pulau berjuluk Seribu Benteng itu.

Kapal pesiar Sebound Legend yang memiliki 100 kru itu sudah berlayar ke berbagai negara. Mereka mampir di Pelabuhan Teluk Sabang dari sekira pukul 08.00 WIB menjelang pergantian tahun 2013.

"Mereka menghabiskan 12 jam di Sabang," kata Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sabang, Ali Taufik, kepada Okezone, baru-baru ini.

Turis asing yang ada di kapal tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat Sabang. Mereka menyuguhkan tarian-tarian tradisional dan kreatif. "Mereka juga diajak ikut menari dan belajar tarian kita, dan mereka sangat senang dengan sikap ramah tamah masyarakat Sabang," sebut Ali.

Para turis juga menjelajahi Sabang dengan becak atau ojak. Mereka berkunjung ke beberapa lokasi wisata, seperti Tugu Nol Kilometer Indonesia, Pantai Iboih, Pantai Gapang, dan Pantai Anoe Itam.

"Mereka juga menikmati kopi Aceh dan berbelanja berbagai souvenir khas Sabang. Mereka mengatakan sangat takjub dengan keindahan Sabang," pungkasnya.

Setelah itu, kapal pesiar itu kembali melanjutkan pelayaran ke berbagai negara, sebelum kembali ke Eropa. Selain Seabound Legend, Sabang sudah beberapa kali disinggahi kapal pesiar dari Eropa sejak dua tahun terakhir. (acehinfo.com)
read more →